Selasa, 29 Januari 2013

Urgensi Humas Dalam Organisasi


Humas merupakan bagian penting dari sebuah organisasi atau perusahaan. Seperti yang didefinisikan oleh Cutlip, Center dan Broom bahwa humas adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya sebagai penentu kesuksesan organisasi (Cutlip, 2000:6). Humas juga merupakan alat dari manajemen untuk membantu mencapai tujuan organisasi, merumuskan filosofi organisasi menjadi fasilitator dalam perubahan sosial. Humas menjalin komunikasi dengan seluruh publik baik internal maupun eksternal untuk membangun relasi yang positif agar adanaya realisasi anatar tujuan sebuah organisasi dan juga harapan yang ditimbulkan dari lingkungan sekitar.
Fungsi dan peran humas dalam organisasi sangatlah penting dalam menunjang sebuah kegiatan organisasi itu sendiri. Cutlip, Centre dan Canfield mengatakan bahwa fungsi humas terdiri dari yang pertama, humas menunjang aktifitas utama sebuah manajemen dalam mencapai tujuan bersama. Kedua, membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publiknya. Ketiga, mengidentifikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat terhadap organisasi institusi yang diwakili. Keempat, melayani kepentingan publiknya dan memberikan saran kepada pimpinan untuk tujuan dan manfaat bersama. Kelima, menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mampu mengatur arus informasi, publikasinya, serta pesan yang disampaikan oleh institusinya.
Adapun bagian-bagian fungsi dari humas, yaitu pertama, hubungan internal adalah bagian khusus dari humas yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan juga bermanfaat bagi organisasi untuk mencapai kesuksesaannya. Keduapublisitas adalah informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh media karena informasi tersebut mempunyai nilai berita. Ketiga, advertaising adalah informasi yang ditempatkan di media oleh perusahaan ataupun sponsor untuk mendapakan ruang serta waktu dalam penempatan informasi tersebut. Keempat, press agentry adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk menarik perhatian media massa dan mendapatkan perhatian publik. Kelima, public affairs adalah bagian khusus dari humas yang membangun\ dan mempertahankan hubungan dengan pemerintah dan juga komunitas. Keenam, lobbying adalah berfungsi untuk menjalin dan memelihara hubungan kepada pihak yang terkait. Ketujuh, manajemen isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikas, mengevaluasi isu-isu kebijakan publik. Kedepan, hubungan investor adalah merupakan bagian humas dalam perusahaan korporat yang membangun dan menjaga hubungan bermanfaat dan saling menguntungkan dengan stakeholder dan pihak lainnya. Kesembilan, pengembangan adalah bagian khusus humas dalam organisasi nirbala yang bertugas untuk membangun dan memelihara hubungan dengan donor atau anggota dengan tujuan mendapatkan dana dan dukungan sukarela (Cutlip, 2000: 11-27).
Sedangkan menurut (Ruslan, 2005:10-11) mengatakan bahwa terdapat empat fungsi utama humas yaitu pertama, sebagai communicator dalam kegiatan komunikasi pada organisasi perusahaan. Dan prosesnya itu berlangsung dua arah timbal balik (two way traffic reciprocal communication). Di mana hal ini menjadikan satu pihak melakukan fungsi komunikasi dalam bentuk penyebaran informasi, dan pihak lain bekomunikasi secara langsung dalam bentuk penyampain pesan dan menciptakan public opinion. Yang kedua, humas berfungsi untuk membangun atau membina hubungan (relationship) yang positif dan juga baik dengan pihak lain. Pihak lain tersebut adalah target audiens baik public internal dan eksternal. Khususnya yaitu dalam menciptakan saling mempercayai (mutually understanding) dan juga saling memperoleh keuntungan atau manfaat bersama (mutually symbiosis) antara organisasi perusahaan dan publiknya.
Ketiga, humas mempunyai peranan sebagai back management. Humas sangat melekat dengan fungsi manajemen, yang berarti tidak bisa dipisahkan dari manajemen. Keempat, humas berfungsi untuk menciptakan citra perusahaan atau lembaga (corporate image) yang merupakan tujuan (goals) dari aktivitas program kerja humas baik untuk promosi dan publikasi.
Humas mempunyai peran penting dalam sebuah perusahaan. Peran humas yaitu membina hubungan baik dengan pihak-pihak terkait melalui proses komunikasi. Pihak-pihak tersebut adalah khalayak yang menjadi sasaran seorang humas dan stakeholders. Stakeholders adalah setiap kelompok yang berada didalam maupun luar perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Kasali, 1994:63). Stakeholders dikelompokan menjadi dua, yaitu stakeholders internal dan juga stakeholders eksternal. Maka dari itu humas mempunyai peran penting terhadap perusahaan agar dapat membina hubungan saling percaya, baik dengan pihak luar maupun pihak dalam perusahaan.
Stakeholders internal memiliki beberapa unsur didalamnya yaitu pertama, pemegang saham. Pemegang saham bisa dikatakan adalah sebagai pemilik perusahaan. Seorang praktisi humas harus dapat memahami karakter pemilik saham dan juga menanamkan pemahaman kepadanya tentang ruang lingkung pekerjaan seorang humas. Kedua, adalah manajer and top executives. Manajer and top executives merupakan bagian dari khalayak sasaran humas, karena manajer adalah salah satu sasaran pembajakan oleh perusahaan lain. Artinya manajer merupakan seorang yang bertanggung jawab oleh sebuah perusahaan dibawah seorang kepemilikan saham. Ketiga, adalah karyawan. Yang dimaksud dengan karyawan adalah orang-orang didalam perusahaan yang tidak mengambil jabatan struktural. Humas sangat penting untuk menangangi seorang karyawan karena karyawan merupakan ujung tombak bagi perusahaan, apalagi bagi perusahaan yang menawarkan jasa. Hanya dengan memberikan perhatian yang baik, karyawan dapat memperbaiki pelayanannya. Tidak hanya itu, karyawan juga merupakan suatu kekuatan dalam perusahaan. Praktisi humas pada umumnya menggunakan MBWA (Managing by Walking Around) untuk memperoleh simpati karyawan. (Kasali, 1994: 66-72).
Dari penjelasan tersebut menekankan bahwa humas tidak terlepas dari upaya terencana dari sebuah organisasi untuk menciptakan hubungan yang saling bermanfaat dengan publiknya. Akan tetapi organisasi atau perusahaan pun tidak terlepas dari aktivitas seorang humas. Dimana semua yang berkaitan dengan perusahan merupakan salah satu tanggung jawab seorang humas. Artinya seorang humas perlu mengetahui semua aktivitas organisasi atau perusahannya tersebut. Bukan hanya yang berkaitan dengan eksternal saja, akan tetapi pada bagian yang internal pun sangat penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar